TikTok Shop “Comeback”, Pindahkan Transaksi Belanja ke Tokopedia

Dewuna.com – Tokopedia memastikan bahwa TikTok akan memindahkan transaksi belanja pelanggan yang sebelumnya ada di aplikasi TikTok menjadi di aplikasi Tokopedia sesuai aturan pemerintah. Hal ini menyusul dibukanya kembali TikTok Shop setelah sebelumnya resmi ditutup sejak 2 bulan yang lalu.

“Semua transaksi (pembayaran) akan ada di kami (Tokopedia) semua prosesnya,” ujar Head of Commmunications Tokopedia Aditya Grasio Nelwan dalam acara ngobrol santai dengan seller Tiktok dan Tokopedia terkait program Beli Lokal”, Kamis (21/12/2023).

Setelah masa transisi yang diberikan pemerintah untuk memindahkan layanan transaksinya itu selama 3-4 bulan ke depan, TikTok hanya berfungsi sebagai media promosi atau social commerce saja sesuai izin yang diberikan pemerintah.

Untuk seller UMKM, Aditya menjelaskan tidak ada persyaratan tambahan meskipun kedua platform online itu resmi bekerjasama.

“Enggak ada, meskipun dia seller TikTok tapi harus jadi seller Tokopedia atau sebaliknya itu enggak. Jadi semua seler bisa buka di salah satunya ataupun dua-duanya,” jelas dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengungkapkan, pihaknya telah memanggil Tokopedia dan TikTok meminta kedua platform itu segera menaati aturan Permendag Nomor 31 Tentang penjualan online. Hal itu menyusul dibukanya kembali TikTok Shop dengan menggandeng Tokopedia, setelah resmi ditutup pada 2 bulan yang lalu.

Hanya saja ketika TikTok Shop kembali dibuka, transaksi belanja di TikTok Shop masih dalam satu platform yang sama. Padahal dalam beleid penjualan online itu, social commerce dalam hal ini adalah TikTok Shop, dilarang untuk berdagang dan hanya diperbolehkan untuk promosi.

“Setelah kita pelajari secara sekilas memang itu belum terjadi pemisahan itu. Makanya kita minta mereka comply (patuh) dengan Permendag 31 Tahun 2023 itu saja,” ucap Isy.

Dengan kepatuhan Tokopedia dan TikTok terhadap aturan pemerintah, diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada konsumen dan pelaku usaha, serta menciptakan persaingan usaha yang sehat di sektor perdagangan elektronik. (An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *