Terusan Panama Kekeringan, Lebih dari 200 Kapal Terjebak

Dewuna.com – Terusan Panama, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, sedang menghadapi masalah serius akibat kekeringan berkepanjangan. Lebih dari 200 kapal berbadan besar terjebak macet di kanal akibat kurangnya pasokan air yang cukup untuk menjaga kelancaran operasi. Pemandangan ratusan kapal ini telah menjadi viral di media sosial sejak beberapa hari lalu.

Otoritas Terusan Panama telah mengeluarkan peringatan kepada pemilik kapal mengenai pengurangan jumlah penyebrangan harian dari 36 kapal menjadi 32 kapal per hari. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi kekeringan dan mencegah penumpukan kapal yang semakin parah.

Mayoritas kapal yang terjebak adalah kapal kargo curah yang membawa bahan bakar. Beberapa kapal bahkan memilih mengubah rute mereka karena situasi yang sulit di Terusan Panama.

Penyebab utama dari kekeringan ini adalah datangnya musim hujan yang terlambat dari biasanya. Hal ini menyebabkan kanal membutuhkan tiga kali lebih banyak air dari yang biasanya diperlukan. Kondisi ini semakin diperparah karena hampir seluruh pasokan air di kanal bergantung pada curah hujan.

Dampak dari kemacetan ini cukup signifikan. Para eksportir minyak dan gas Amerika serta importir Asia harus membayar premi besar untuk memastikan kapal mereka bisa menyeberang, yang pada akhirnya meningkatkan biaya transportasi. Jika situasi ini berlanjut, barang-barang pun akan sampai terlambat di negara tujuan, yang kemudian dapat berdampak pada kenaikan harga barang konsumsi.

Administrator Terusan Panama, Ricaurte Vasquez Morales, menyatakan bahwa pembatasan penyebrangan dapat tetap berlaku hingga akhir tahun. Diperkirakan pendapatan sekitar USD 200 juta akan hilang akibat situasi ini. Otoritas Panama telah mencari bantuan dari U.S. Army Corp of Engineers, badan yang membangun kanal tersebut pada awal 1900-an, untuk mencari solusi menghadapi tantangan ini.

Situasi sulit ini menjadi perhatian global, karena Terusan Panama memiliki peran penting dalam perdagangan dunia. Semua tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah kekeringan dan kemacetan yang sedang terjadi.

Sumber: WallStreetJournal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *