Sulawesi Tenggara Kembali Ekspor Jagung dan Rumput Laut ke Malaysia dan China

Dewuna.com – Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mengekspor produk unggulan komoditi jagung dan rumput laut ke negara China dan Malaysia. Pelepasan ekspor dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Prof. H. Paiman Raharjo.

Total ekspor jagung dan rumput laut yang dilakukan pada kesempatan ini mencapai 300 ton senilai Rp3,5 miliar. Jagung pipil kering sebanyak 200 ton senilai Rp1 miliar diekspor ke Malaysia, sedangkan rumput laut sebanyak 100 ton senilai Rp2,5 miliar diekspor ke China.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, mengatakan bahwa ekspor jagung dan rumput laut ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya melalui upaya ekspor.

Lebih lanjut, Ali Mazi, menyampaikan bahwa provinsi Sultra memiliki potensi komoditi pertanian yang sangat besar, mencakup subsektor tanaman pangan, tanaman perkebunan, dan hortikultura. Hampir separuh penduduk Sultra mencari mata pencaharian di sektor pertanian.

Sulawesi Tenggara Kembali Ekspor Jagung dan Rumput Laut ke Malaysia dan China
Gubernur Sultra Ali Mazi bersama Wamende RI, Prof. H. Paiman Raharjo, Wakil Bupati Butur Ahali melepas ekspor jagung dan rumput laut ke China dan Malaysia di Terminal Petikemas Pelabuhan Kendari New Port, (Kamis, 10 Agustus 2023).

Wamendes PDTT RI, Prof. H. Paiman Raharjo, mengatakan bahwa pemerintah pusat akan terus mendukung upaya ekspor yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pemerintah pusat akan memberikan bantuan berupa infrastruktur, pelatihan, dan permodalan kepada para petani dan nelayan.

“Pemerintah pusat akan memberikan bantuan berupa infrastruktur, pelatihan, dan permodalan kepada para petani dan nelayan,” kata Paiman Raharjo.

Ekspor jagung dan rumput laut ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan perekonomiannya. Sulawesi Tenggara memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan.

Tantangan Produktivitas Jagung Kuning

Wakil Bupati Buton Utara, Ahali, menyoroti tantangan dalam meningkatkan produktivitas jagung kuning di wilayahnya. Dengan produktivitas rata-rata hanya 3 ton per hektar, lebih rendah dari rata-rata nasional sekitar 7,2 ton per hektar, Ahali menekankan pentingnya dorongan dan bantuan untuk meraih hasil yang lebih baik. Apalagi luas tanam jagung kuning cukup luas mencapai 570 hektar di Kabupaten Buton Utara, yang melibatkan 600 petani dari 6 kecamatan.

Ahali berharap dengan bantuan dari pemerintah pusat, para petani di Kabupaten Buton Utara dapat meningkatkan produktivitas jagung kuning dan meningkatkan kesejahteraan mereka.(Ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *