Serangan Brutal Israel di Jalur Gaza Tewaskan 298 Orang 

Dewuna.com – Jumlah korban jiwa akibat serangan brutal Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023) melonjak menjadi 198 orang, sedangkan 1.610 lainnya dilaporkan luka-luka, demikian laporan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip oleh kantor berita Palestina WAFA.

Koresponden WAFA melaporkan bahwa sembilan orang meninggal di Rumah Sakit Shifa di kota Gaza, lima lainnya di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, dan dua di Rumah Sakit Abu Yousef Al Najjar di Rafah.

Rudal Israel menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di dekat kamp pengungsi Al Shati, sebelah barat kota Gaza, menewaskan enam warga sipil dan merusak bangunan serta rumah-rumah di sekitarnya.

Pesawat tempur Israel juga menargetkan personel medis dan sebuah ambulans di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, serta menyerang Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara. Serangan-serangan ini menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil dan menyebabkan sejumlah orang dalam kondisi kritis.

 

Serangan roket Israel menghancurkan lokasi di kawasan Ansar di sebelah barat kota Gaza, juga merusak bangunan tempat tinggal di sekitarnya. Militer Israel juga menembakkan puluhan roket ke lahan pertanian di Gaza dan merusak rumah-rumah di sekitarnya.

Sebelumnya, faksi-faksi Palestina menembakkan salvo roket dari Jalur Gaza ke wilayah Israel sebagai respons terhadap serangan Israel. Sistem pertahanan Iron Dome Israel berhasil menggagalkan sebagian serangan tersebut, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Brigade Al Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Palestina Hamas, mengumumkan bahwa serangan roket ke wilayah musuh telah dimulai. “5.000 roket dan peluru ditembakkan dari Gaza menuju Israel dalam 20 menit pertama operasi,” kata Brigade Al-Qassam dalam pernyataannya.

Militer Israel menyatakan kesiapannya untuk berperang dan telah memobilisasi tentara-tentara cadangan dalam skala besar sebagai respons atas serangan tersebut. Eskalasi kekerasan ini memperdalam krisis kemanusiaan di wilayah tersebut dan memicu keprihatinan internasional terkait konflik yang terus berlanjut. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *