Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Tegaskan Netralitas TNI di Pemilu 2024

Dewuna.com – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa TNI akan tetap netral dalam Pemilihan Umum 2024, terlepas dari kemungkinan partisipasi Presiden Joko Widodo dalam kampanye. Agus Subiyanto menyampaikan komitmen TNI untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang TNI.

Menurut Agus Subiyanto, Undang-Undang Pemilu tahun 2017 dengan tegas menyatakan bahwa TNI tidak memiliki hak pilih, harus tetap netral, dan tidak berpihak selama pemilihan umum. Melibatkan diri dalam politik praktis dapat berujung pada tindakan pidana atau teguran dari satuannya.

Panglima Agus memastikan selama tahapan pemilu, seluruh elemen masyarakat, termasuk penyelenggara pemilu dan TNI sendiri, aktif mengawasi para prajurit untuk memastikan ketertiban dan menghindari kecurigaan saat pencoblosan.

“Dari masing-masing kelompok mengawasi sehingga tidak ada kecurigaan saat pencoblosan,” katanya.

Lebih lanjut, Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa TNI telah mengerahkan 446.219 prajurit dari tiga matra untuk membantu Polri dalam menjaga keamanan selama Pemilu. Mereka juga turut membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendistribusikan kotak dan surat suara ke daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Pada sisi lain, Presiden Joko Widodo, sebagai warga negara, memiliki hak politik, termasuk hak untuk berkampanye. Namun, Presiden Jokowi menegaskan bahwa keputusan untuk menggunakan hak politik tersebut akan ditentukan oleh aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Semua itu pegangannya aturan, kalau aturan boleh, silahkan, kalau aturan tidak boleh, tidak, sudah jelas itu. Jangan presiden tidak boleh, boleh berkampanye boleh. Tetapi dilakukan atau tidak dilakukan terserah individu masing-masing,” kata Jokowi.

Meskipun demikian, Jokowi belum memutuskan apakah akan menggunakan hak politiknya selama tahapan pemilu 2024. “Ya nanti dilihat,” ungkapnya, menegaskan bahwa keputusan tersebut akan menjadi prerogatif individu. Presiden Jokowi juga didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat militer lainnya saat menyampaikan pendiriannya mengenai hak politiknya dalam acara tersebut. (Pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *