Mahkamah Konstitusi Menolak Gugatan Batas Maksimal Usia Capres 70 Tahun

Dewuna.com – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan untuk menolak gugatan yang mengusulkan batas usia maksimal calon presiden (capres) sebesar 70 tahun. Pengumuman putusan ini dilakukan setelah MK mengalami penundaan selama 40 menit dari jadwal awal yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB.

“MK menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Anwar Usman dalam sidang terbuka untuk umum yang juga disiarkan di saluran YouTube, pada hari Senin.

Gugatan ini diajukan oleh Wiwit Ariyanto, Rahayu Fatika Sari, dan Rio Saputro, yang diwakilkan oleh Aliansi 98. Gugatan ini memiliki nomor perkara 102/PUU-XXI/2023. Mereka meminta agar batas usia maksimal calon presiden adalah 70 tahun dan calon tersebut tidak pernah terlibat dalam pelanggaran HAM.

Sejumlah perkara lainnya yang berkaitan dengan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum juga diputuskan pada hari ini. Salah satu gugatan yang terkait adalah perkara 107/PUU-XXI/2023 yang mengenai Pengujian Materiil UU Pemilu dengan pemohon Rudy Hartono. Rudy Hartono mengajukan gugatan terhadap UU Pemilu dan berharap agar batas usia calon presiden atau calon wakil presiden adalah 70 tahun. Menurutnya, usia adalah faktor penentu kemampuan seseorang dalam memimpin.

Selain itu, gugatan juga diajukan oleh pemohon Gulfino Guevarrato, yang meminta agar seseorang yang telah dua kali maju sebagai calon presiden tidak diperkenankan maju kembali. Keputusan MK ini memiliki dampak penting dalam menentukan persyaratan kualifikasi calon presiden di pemilihan umum mendatang. (Pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *