KPK Tetapkan Bupati Muna Tersangka Korupsi Dana PEN Kemendagri

Dewuna.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba, dan seorang kontraktor asal Kabupaten Muna, La Ode Gomberto, sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2021-2022.

Kabar ini disampaikan oleh Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu (12/7/2023).

“Adapun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap adalah salah satu kepala daerah di Sulawesi Tenggara dan satu pihak swasta,” ujar Fikri.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Ardian Noervianto, eks Dirjen Bina Keuangan Kemendagri dan LM Syukur Akbar, eks kepala dinas Kabupaten Muna, sebagai tersangka dalam kasus yang sama dan keduanya saat ini telah berstatus terpidana.

Ali menjelaskan bahwa kasus ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang menjerat Ardian terkait korupsi dana PEN Kemendagri. Namun, Ali belum dapat memberikan banyak rincian terkait perkara ini, karena pihaknya masih terus bekerja untuk mengumpulkan bukti yang cukup.

“Ketika semua bukti sudah terkumpul dan penahanan dilakukan, saat itulah kami akan menyampaikan informasi ini kepada publik,” ungkap Fikri.

Sebelumnya, kantor Bupati Muna juga telah menjalani proses penggeledahan oleh tim KPK. Namun pada saat penggeledahan dilakukan, Bupati Rusman Emba tidak berada di tempat. (Pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *