Konflik Israel – Hamas Meluas, Israel Diserang Dari Lebanon

Dewuna.com – Pada perkembangan terbaru dalam konflik di Gaza, Israel menghadapi ancaman tidak hanya dari kelompok Hamas dan pemberontak Houthi di Yaman, tetapi juga dari Lebanon. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan bahwa mereka telah menembaki sasaran di wilayah selatan Lebanon pada hari Rabu sebagai respons terhadap serangan rudal.

Militer Israel mengungkapkan bahwa mereka telah terlibat dalam baku tembak rutin dengan militan di wilayah selatan Lebanon selama beberapa minggu terakhir, yang diyakini berkaitan dengan kelompok Hizbullah.

Hizbullah adalah kelompok bersenjata yang didukung oleh Iran dan merupakan kekuatan regional yang mendominasi Lebanon selatan. Mereka juga terlibata dalam operasi bersama dengan Korps Garda Revolusi elit Iran di Suriah, di mana wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh Israel terletak.

Sebelumnya, beberapa negara di Timur Tengah telah memberikan peringatan kepada Israel mengenai perluasan konflik di Gaza. Serangan rudal yang terus menerus ke wilayah Palestina telah menyebabkan korban termasuk anak-anak dan wanita, dan memicu keprihatinan bahwa sejumlah kelompok lain dapat terlibat.

Sebagai contoh, kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah mulai menyerang Israel sebagai tanggapan terhadap agresi Israel di Gaza. Pihak Houthi mencatat bahwa sudah lima serangan diluncurkan, dengan serangan Rabu malam dianggap sebagai yang terbesar.

Iran berpendapat bahwa serangan oleh sejumlah kelompok terhadap Israel dalam konteks konflik dengan Hamas adalah hal yang wajar. Iran bahkan menyatakan bahwa dampak yang lebih luas bisa terjadi jika gencatan senjata tidak tercapai.
“Wajar jika kelompok dan gerakan perlawanan tidak tinggal diam terhadap semua kejahatan yang dilakukan oleh Israel,” kata diplomat top Iran Hossein Amir-Abdollahian, dikutip AFP.
” kata diplomat puncak Iran, Hossein Amir-Abdollahian, yang dikutip oleh AFP.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga telah memberikan komentar terbaru mengenai konflik ini. Ia mengisyaratkan bahwa tidak akan ada gencatan senjata dan bahwa konflik ini akan menjadi sulit dan berpotensi berlangsung lama.

“Saya berjanji ke seluruh rakyat Israel. Kami akan menyelesaikan pekerjaan kami. Kami akan terus melakukannya sampai datang kemenangan,” ungkap Netanyahu.

Hingga saat ini, lebih dari 8.000 warga sipil di Gaza telah tewas akibat serangan Israel, yang telah berlangsung selama 26 hari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 3.000 adalah anak-anak. Sementara itu, Israel mencatat sekitar 1.400 orang tewas dalam konflik ini, yang dimulai saat Hamas melakukan serangan mendadak terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *