Kejati Sultra Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Cirauci II

Dewuna.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Cirauci II di Desa Ronta, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur) untuk tahun anggaran 2021.

Direktur PT Bela Anoa dengan inisial TUS dan individu dengan inisial R, yang berperan sebagai pihak peminjam perusahaan PT Bela Anoa atau yang mendapatkan pekerjaan dalam proyek Jembatan Cirauci II, adalah tersangka dalam kasus ini. Usai menjalani pemeriksaan, keduanya langsung ditahan di Rutan Kendari.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Ade Hermawan, menjelaskan, “Hari ini kita sudah menetapkan dua tersangka, satu penyedia jasa (Direktur CV Bela Anoa) dan peminjam bendera.”

Proyek pembangunan jembatan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp2,1 miliar dan berhubungan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sultra. Namun, hingga akhir pekerjaan, proyek tersebut hanya mencapai 2 persen.

Ade menjelaskan, “Sampai dengan akhir pekerjaan tidak selesai pekerjaannya. Duitnya diambil, kerjaannya hanya 2 persen.”

Dalam penyelidikan kasus ini, tujuh orang telah diperiksa oleh penyidik, termasuk Kepala Dinas SDA dan Bina Marga pada saat proyek tersebut berlangsung. Ade memastikan bahwa tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan ada penambahan tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Jembatan Cirauci II. (An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *