Kejari Kendari Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi PDAM Tirta Anoa Kendari

Dewuna.com – Pihak Kejaksaan Negeri Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari. Pernyataan ini datang dari Kepala Seksi Intel Kejari Kendari, Bustanil N. Arifin, pada hari Senin siang (24/7/2023).

Dua tersangka yang ditetapkan adalah Direktur Utama PDAM Tirta Anoa Kendari, berinisial DM, dan Direktur CV. Karya Sejati selaku kontraktor berinisial IS.

Menurut Bustanil, penetapan status tersangka ini didasarkan pada hasil gelar perkara dan petunjuk pimpinan terhadap tindak pidana korupsi yang terjadi. Mereka dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pekerjaan optimalisasi intake Pohara dan WTP Punggolaka PDAM Kota Kendari, yang terjadi pada tahun anggaran 2022.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, perlu dicatat bahwa hingga saat ini, kedua tersangka belum ditahan oleh pihak kejaksaan. Proses pemanggilan kedua tersangka akan dilakukan oleh Kejari Kendari pada pekan depan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasus ini mencuat setelah pihak Kejaksaan Negeri Kendari mencium ada indikasi penyalahgunaan anggaran dana hibah Pemerintah Kota atau Pemkot Kendari. Dana hibah senilai Rp.10 miliar tersebut diajukan untuk beberapa proyek, termasuk pengadaan pompa air PDAM Tirta Anoa Kendari. Namun, dari hasil gelar perkara yang dilakukan oleh Kejari Kendari, terdapat indikasi tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak PDAM Tirta Anoa dan kontraktor CV Karya Sejati.

Kepala Seksi Intel Kejari Kendari menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangan guna mengungkap seluruh fakta yang terjadi.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada pihak kejaksaan dalam menangani kasus ini. Kejaksaan Negeri Kendari berkomitmen untuk memberantas korupsi di daerah ini dan akan melakukan proses hukum secara transparan dan adil.

Kasus ini akan terus dipantau perkembangannya dan pemberitaan selanjutnya akan diupdate seiring dengan perkembangan yang terjadi dari pihak kejaksaan. (Pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *