Kejaksaan Agung Tangkap Sadikin Rusli Terkait Korupsi BTS Kominfo

Dewuna.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Sadikin Rusli (SR) terkait perkara korupsi infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2020 hingga 2022. Sadikin ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 14 Oktober 2023.

Ketut Sumedana, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, menyampaikan bahwa Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) melakukan penangkapan terhadap Sadikin Rusli dalam dugaan tindak pidana korupsi, permufakatan jahat gratifikasi, atau pencucian uang dengan tindak pidana asal korupsi.

Penetapan status tersangka dan penahanan Sadikin dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan oleh Tim Penyidik Jampidsus.

Setelah penangkapan, Sadikin menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung.

Sadikin ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-54/F.2/Fd.2/10/2023 tanggal 15 Oktober 2023.

Sadikin diduga menerima uang sebesar Rp 40 miliar dari terdakwa kasus BTS Kominfo, Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan melalui Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama.

 “Adapun peran Tersangka SR tersebut yakni telah secara melawan hukum melakukan permufakatan jahat untuk melakukan penyuapan atau gratifikasi atau menerima, menguasai penempatan, menggunakan Harta Kekayaan berupa uang sebesar ±Rp40 miliar yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dari Tersangka IH, melalui Tersangka WP, ” kata Ketut.

Sadikin Rusli disangkakan melanggar Pasal 15 atau Pasal 12B atau Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Saat ini Sadikin ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 15 Oktober 2023 hingga 3 November 2023. (Pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *