Direktur PT. LAM Jadi Tersangka

Dewuna.com – Kasus pertambangan ilegal di blok Mandiodo Konawe Utara terus bergulir. Kali ini giliran OPN selaku Direktur PT.LAM ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sultra, setelah sebelumnya sudah 4 orang jadi tersangka.

PT.LAM merupakan perusahan yang bertindak menandatangani kontrak Kerja Sama Operasi Mandiodo Tapunggaya Tapuemea dengan PT.Antam UBPN Konut di Kabupaten Konut.

Kajati Sultra, Dr.Patris Yusrian Jaya saat konferensi pers di Kantor Kejati Sultra, Kamis (22/6), mengatakan Direktur PT.Lawu Agung Mining (LAM), OPN berperan menandatangani kontrak KSO dengan PT.Antam UBPN Konut. OPN juga menentukan klausul-klausul dan merekrut beberapa perusahaan-perusahaan sebagai mitra dari PT.LAM

“Dari data yang kami himpun sementara, sekitar 39 perusahaan yang telah direkrut yang bersangkutan,” kata Kajati

Sementara dalam waktu bersamaan penyidik Kejati Sultra juga memeriksa pemilik saham mayoritas PT.LAM yakni WNU untuk menelusuri sejauh mana keterlibatan WNU dalam kasus dugaan pertambangan ilegal ini.

Kejati Sultra sudah menetapkan 4 tersangka.

Penetapan tersebut membuat jumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini bertambah menjadi 4 orang yaitu Direktur PT.Lawu Agung Mining inisial OPN, Manager PT. Antam UBPN Konut inisial HA, Pelaksana Lapangan PT. Lawu Agung Mining inisial GAS (sudah ditahan) dan Direktur PT.Kabaena Kromit Pratama, inisial AA. (An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *