Bea Cukai Tahan Kapal Pesiar Mewah Pemprov Sultra Karena Tanpa Dokumen Resmi

Dewuna.com – Kantor Bea Cukai Kendari menindak dan menahan kapal pesiar mewah milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kapal pesiar mewah pengadaan Pemprov Sultra senilai Rp9,9 miliar ditahan karena tidak memiliki izin resmi impor jual beli.

Kapal pesiar Azimut Atlantis 43 kini berlabuh di Pelabuhan Pangkalan Perahu Kota Kendari, Provinsi Sultra, Kamis (31/8/2023).

Pelaksana Humas Bea Cukai Kendari, Arfa Maksun, mengatakan, penindakan kapal mewah tersebut setelah pihaknya mengetahui masa izin masuknya ke wilayah Indonesia sudah habis.

“Kapal Azimut merupakan kapal yang berbendera Singapura dan tiba di Indonesia untuk digunakan sebagai kapal pesiar berdasarkan dokumen kedatangan kapal impor sementara,” ujarnya.

Karena masa izin sementara kapal tersebut telah habis sejak setahun terakhir, maka kapal tersebut harus kembali ke negara asal di Singapura.

Namun bukannya kembali ke Singapura, kapal tersebut malah dibeli oleh Pemprov Sulawesi Tenggara sejak tahun 2019 lalu. Kapal Azimut ini dijadikan kendaraan operasional Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi untuk perjalanan dinas ke daerah kepulauan.

Bea Cukai Kendari menduga saat kapal dibawa ke Kota Kendari tanpa dokumen resmi.

“Jadi seharusnya kapal itu keluar dari wilayah Indonesia, tapi kenyataan dibawa Kendari dan tidak ada izin resmi pemindahannya, dari pemilik kapal, ” jelas Arfa.

Pengadaan kapal Azimut Atlantis 43 juga telah dilaporkan ke Polda Sultra pada tahun 2022, berdasarkan laporan masyakarat pembelian kapal diduga di-mark up karena kondisi kapal bekas dan tidak sesuai dengan harganya yang mencapai Rp9,9 miliar.

Untuk pembelian kapal diporsikan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 saat Pandemi Covid-19 melalui Biro Umum Sekretariat Pemprov Sultra dan ditender di Biro Lelang.

Ditreskrimsus Polda Sultra yang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pesiar ini telah memeriksa pihak Pemprov Sultra dan swasta sebagai pemenang tender pengadaan kapal pesiar jenis Azimut Atlantis 43.

Sebelumnya Kasubdit III Tipikor Polda Sultra, AKBP Honesto R Dasinglolo mengatakan, penyidik
telah menemukan di mana tempat kapal pesiar yang disinyalir bekas itu pernah terparkir di Pantai Indah Kapuk kawasan perumahan elit di Jakarta.

Ia menyebutkan kapal pesiar mewah tersebut dijual dari pemilik bernama Toto yang kemudian dijual ke Pemprov Sultra.

“Untuk pembelian dipihakketigakan dari Pemprov Sultra ke CV Boat Pantai Mutiara dibeli dari seseorang bernama Toto. Tapi pihak yang menjual atas nama Toto sudah meninggal, jadi agak susah mengungkap kapal itu dijual senilai berapa,” jelasnya. (Pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *